Saturday, January 3, 2026

Perjamuan Kudus sebagai berita kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus

Perjamuan Kudus sebagai berita Kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus

Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. (1 Kor 11:26)

Saya telah membuat dua buah tulisan lain berkenaan dengan Perjamuan Kudus. Kedua tulisan tersebut adalah:
Beberapa pandangan mengenai Perjamuan Kudus. Klik disini.
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku. Klik disini.

Adapun mengapa saya menulis beberapa tulisan mengenai Perjamuan Kudus adalah karena Perjamuan Kudus merupakan satu di antara dua sakramen yang diakui oleh Gereja. Sehingga pembahasan mengenai Perjamuan Kudus merupakan pembahasan yang penting untuk dipahami oleh orang Kristen. Selain itu, saya menyadari betapa besar dan luasnya makna yang terkandung di dalam Sakramen Perjamuan Kudus tersebut, sehingga tidak mudah apabila ingin memuat semuanya di dalam sebuah tulisan saja.

 

Perjamuan Kudus adalah lambang kematian sekaligus kebangkitan.

Dari ayat yang ditulis oleh Paulus di dalam 1 Korintus 11:26 di atas kita mendapati adanya keterkaitan antara Perjamuan Kudus dengan berita tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Hal tersebut dapat dimaknai dari peristiwa ketika roti dipecah-pecahkan, yaitu sebagai perlambang tubuh Tuhan yang juga dipecahkan di atas kayu salib. Ketika Tuhan Yesus dipakukan di kayu salib, maka tubuh yang terpecah itu bukan hanya terluka, melainkan tubuh itu mengalami kematian yang riil.

Di sisi lain, anggur yang kita minum di dalam Perjamuan Kudus juga merupakan sesuatu yang dapat dimaknai dengan kematian dan bahkan kebangkitan Tuhan Yesus.

 

Dalam hal apakah anggur itu dikaitkan dengan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus?

Di dalam Perjanjian Lama, kita membaca bagaimana Musa mengubah air menjadi darah. Air yang seharusnya merupakan sebuah sumber kehidupan bagi orang Mesir, diubahkan menjadi sesuatu yang mengerikan, sesuatu lambang kematian dan sesuatu yang benar-benar dapat membawa kematian. Bayangkan saja, bagaimana ikan-ikan yang ada di dalam sungai Nil dapat bertahan, apabila air berubah menjadi darah? Atau bagaimana mungkin manusia dapat minum dan menemukan kesegaran yang dibutuhkan, apabila semua air di tanah Mesir menjadi darah. Oleh karena itu, berubahnya air menjadi darah, merupakan sebuah berita kematian bagi penduduk Mesir.

Di dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus juga pernah mengubah air menjadi sesuatu yang lain. Tetapi yang diubah oleh Tuhan Yesus bukanlah air menjadi darah, melainkan air menjadi anggur. Dan disinilah letak keunikan dari anggur yang akan kita bahas.

Anggur memiliki makna ganda di dalam Alkitab, di satu sisi, orang Yahudi memaknai anggur sebagai lambang sukacita. Sebuah pesta perkawinan bukanlah pesta yang lengkap apabila tidak disertai dengan anggur. Hal ini bukan berarti bahwa yang hadir ingin bermabuk-mabukan, melainkan karena anggur sendiri sudah merupakan minuman wajib di dalam sebuah pesta, karena anggur adalah lambang sukacita.

Sementara itu disisi lain, Tuhan Yesus sendiri mengkaitkan anggur tersebut dengan darah-Nya yang tertumpah di kayu salib. Kita dapat membaca hal itu demikian: 23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. 24 Dan Ia berkata kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah." (Markus 14:23-25)

Dari dua peristiwa itu, yaitu ketika Tuhan Yesus mengubah air menjadi anggur (Injil Yohanes), dan ketika Tuhan Yesus mengkaitkan anggur dengan darah-Nya (Injil Markus), maka pada saat kita minum anggur di dalam Perjamuan Kudus, sesungguhnya kita sedang menyatakan dua hal penting sekaligus tentang Tuhan Yesus yaitu: kematian dan kebangkitan-Nya.

Dari uraian singkat terhadap Perjamuan Kudus yang dikaitkan dengan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, maka sekali lagi kita melihat betapa dalamnya makna Perjamuan Kudus bagi iman Kristen. Sehingga untuk mengatakan bahwa Perjamuan Kudus hanya merupakan tindakan untuk mengingat atau mengenang atau kontemplasi saja atas pengorbanan Tuhan Yesus, rasanya merupakan hal yang terlalu menyederhanakan.

Kiranya Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Baca juga:
Bagaimana kita yakin bahwa Alkitab itu berisi berita yang benar? Klik disini.
Apakah kebangkitan Kristus merupakan kepercayaan subjektif semata? Klik disini.
Bersaksi dalam kuasa Roh Kudus. Klik disini.
Kemerdekaan sejati menurut pandangan Kristen. Klik disini.
Iman Kristen mempunyai dasar yang teguh. Klik disini.
Disalibkan bersama Kristus. Klik disini.