Sunday, August 6, 2023

Tuhan Yesus mengakui ke-Ilahi-an Alkitab sebagai Firman Allah

Darimana kita memperoleh bukti bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan?
Dari konfirmasi yang diberikan oleh Tuhan Yesus dan para Rasul-Nya.
Ini merupakan bukti internal dari Ke-Ilahi-an Alkitab.

Tuhan Yesus mengakui Alkitab sebagai Firman Tuhan

 
 

Ke-Ilahi-an Alkitab sebagai Firman Allah dikonfirmasi oleh orang-orang yang kompeten

 

Ada beberapa faktor yang menentukan apakah suatu berita atau dokumen dapat dipercaya atau tidak. Satu di antaranya adalah “siapa yang mengeluarkan berita tersebut? ”[1]

Sebagai contoh, kalau membaca surat kabar kita tentu perlu tahu apakah koran atau website tersebut bisa dipercaya atau tidak, bukan? Jika koran yang kita baca tidak memiliki kredibilitas maka mungkin sekali kita membacanya sambil lalu saja, tidak terlalu percaya atau tidak ambil pusing dengan segala sesuatu yang diberitakan di dalamnya. Akan tetapi, jika media tersebut sudah terkenal, bonafide dan banyak dibaca oleh berbagai kalangan, maka tentu kita akan memiliki suatu persepsi bahwa berita tersebut dapat dipercaya.

 


Rekomendasi Buku:
Kau Ubah Hidupku
Klik disini.

Jadi kalau koran yang bisa dipercaya itu mengeluarkan suatu berita, kita dapat mempercayai berita itu karena kita sudah lebih dulu percaya pada penerimaan orang lain terhadap surat kabar yang memuat berita tersebut, jelas bukan? Point inilah yang ingin saya angkat dalam tulisan sekarang ini, yaitu “siapa yang mengeluarkan berita, amat menentukan apakah beritanya layak dipercaya atau tidak.” Saya memberi istilah konfirmasi terhadap Alkitab sebab mengkonfirmasi artinya memberikan pernyataan untuk menegaskan atau memastikan.

Jika kita yakin pada pribadi-pribadi yang memberi konfirmasi terhadap ke-Ilahi-an Alkitab, maka kita dapat yakin pula bahwa apa yang mereka katakan benar adanya.

Alkitab di-claim sebagai Firman Allah. Ini adalah suatu berita. Masalahnya, haruskah kita percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah? Atas dasar apa kita bisa sampai pada keyakinan tersebut? Mari kita lihat, siapa-siapa saja yang memberi konfirmasi bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Kita akan menilai, apakah pribadi-pribadi yang memberi konfirmasi tersebut layak dipercaya atau tidak. Jika layak dipercaya, maka kitapun harus percaya pada apa yang dikonfirmasi olehnya.

 

Para Rasul mengkonfirmasi Alkitab sebagai Firman Tuhan

 

Petrus adalah seorang nelayan sederhana yang menjadi murid Tuhan Yesus, suatu kali ia berkata: “Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh Firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di hatimu. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak penah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Ptr 1:19-21)

Paulus, seorang terpelajar yang juga menjadi murid Yesus Kristus, pernah berkata pula: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Tim 3:16)

Kedua orang ini adalah wakil dari rasul-rasul Kristus dalam mengutarakan pendapat mereka mengenai Alkitab. Baik Petrus maupun Paulus mengakui sifat Ilahi dari Alkitab. Dan mereka berdua adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Mereka waras, tidak gila, tidak bodoh serta tidak suka berbohong. Oleh karena itu, apa yang mereka katakan pasti benar karena disampaikan dengan kejujuran.

Selain dua ayat yang dikutip di atas, ada beberapa rujukan lagi dari Alkitab yang merupakan konfirmasi dari para rasul Kristus dan pengikut-pengikut setia-Nya bahwa Alkitab adalah sungguh-sungguh Firman Allah. Rujukan itu misalnya dari tulisan Paulus yang lain: “sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.” (1 Tes 2:13)

Atau dari penulis kitab Ibrani:

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, (Ibrani 1:1)


Yesus Kristus mengkonfirmasi Alkitab sebagai Firman Tuhan

 

Percaya atau tidak percaya. Suka atau tidak suka. Menerima atau tidak menerima, Yesus Kristus faktanya adalah tetap sebagai tokoh paling penting dan paling agung yang pernah hidup dalam sejarah. Moralitas-Nya tak tercela, kebaikan hati-Nya tak terbantahkan dan karya-karya-Nya tak tertandingi. Kehidupan dan ajaran Yesus telah menjadi inspirasi bagi hidup begitu banyak orang di dunia.

Alkitab pernah mencatat pendapat Tuhan Yesus tentang tulisan para nabi: “Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.” (Lks 24:27) Melalui fakta tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa di mata Yesus tulisan-tulisan para nabi adalah Kitab Suci. Jika Tuhan Yesus berpendapat demikian, apakah kita dapat berpikir tentang sesuatu yang berbeda dari-Nya? Tulisan para nabi yang kini kita kenal dan kelompokkan sebagai Perjanjian Lama adalah Kitab Suci, begitulah pendapat Tuhan Yesus. Dan karena Tuhan Yesus adalah Pribadi yang terpercaya, maka kita layak mempercayai pendapat-Nya itu.

Tuhan Yesus memberi konfirmasi terhadap Perjanjian Lama maupun Baru. Bagi PL, konfirmasi dari Tuhan Yesus dapat dilihat dari:

  • Sebanyak 56 kali Tuhan Yesus merujuk pada Kitab Suci PL sebagai sebuah otoritas.
  • Lebih dari 81 kali, Tuhan Yesus mengutip PL
  • Yesus memverifikasi detil-detil dalam PL. Ia menyatakan secara spesifik bahwa tidak ada detil terkecil yang akan lenyap dari hukum Taurat sampai semuanya digenapi (Matius 5:18)

Tuhan Yesus juga memberi konfirmasi terhadap PB, seperti yang terlihat dari:

  • Janji Yesus Kristus akan kedatangan Roh Kudus yang akan memberi tuntunan kata-kata bagi para rasul. (Yoh 14:26; 16:13; Lukas 12:12; Kisah Rasul 1:8)
  • Yesus menubuatkan akan munculnya tulisan-tulisan berotoritas melalui tangan para rasul (Mat 24:14; 26:13; Mrk 8:35; Lks 21:33; Kis 16-18)
  • Keberadaan Injil sebagai Firman Tuhan dikonfirmasi pada saat diberitakan, Tuhan Yesus mengkonfirmasi kesaksian murid-murid sebagai pemberitaan Firman. (Kis 18:9; 22:18; 23:11)

Saya perlu menekankan bahwa konfirmasi dari Tuhan Yesus adalah konfirmasi yang paling penting dan paling tidak mungkin meleset. Tuhan Yesus tidak pernah berbuat dosa, melakukan kesalahan pun tidak. Pilatus “tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya” (Yoh 18:38b). Claudia, istri Pilatus mengakui Yesus sebagai orang benar (Mat 27:19). Yudas, murid yang telah mengkhianati Dia, mengatakan : “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” (Mat 27:4). Orang yang disalib di sebelah-Nya berkata jujur bahwa: “Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” (Luk 23:41). Kepala pasukan Romawi yang menyalibkan Dia mengakui: “Sungguh orang ini adalah orang benar” (Luk 23:47). Bahkan Tuhan Yesus sendiri pernah bertanya: “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?” (Yoh 8:46)

Tuhan Yesus juga bertanya pada setiap manusia di zaman sekarang ini, “Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?” Tuhan memberi konfirmasi bahwa Alkitab adalah Firman Allah, pastilah ucapan-Nya itu benar. Oleh karena itu tidak perlu lagi ada ruang untuk keraguan dalam diri kita akan keberadaan Alkitab sebagai Firman Allah.

Betapa banyak manusia di dunia ini yang menolak untuk percaya, baik pada Yesus Kristus maupun pada Alkitab. Suatu saat setiap mereka harus mempertanggungjawabkan ketidakpercayaan yang keras kepala itu. Dunia ini bukan kekurangan bukti tentang ke-Ilahi-an Alkitab maupun ke-absah-an Yesus Kristus sebagai satu-satunya juruselamat manusia, dunia ini hanya sengaja memilih untuk melawan. Hatilah yang menjadi persoalan utama. Hati manusia telah ditipu oleh ilah zaman ini. Dari semula pekerjaan iblis memang adalah menipu manusia, menjauhkan manusia dari Firman dan Pribadi Allah. Dan sampai kini sepak terjang iblis pun masih nyata.

Sebagai orang Kristen kita barangkali merasa sudah percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Itu baik, akan tetapi semua tulisan ini diberikan bukan saja agar supaya kita percaya dan semakin percaya, tetapi juga agar kita dapat memakainya untuk menguatkan setiap hati yang ragu-ragu. Kiranya melalui tulisan-tulisan semacam ini, iman kita semakin diperkaya dengan pengetahuan yang benar, sehingga pada gilirannya kita pun dapat memperkaya iman orang lain. Tuhan Yesus memberkati.

 



[1] Faktor lain misalnya: Kesesuaian antara berita dan fakta. Dapat atau tidak tidaknya berita itu ditelusuri atau dipelajari dengan metode tertentu. Atau apakah ada banyak saksi mata atas berita tersebut.