Thursday, December 5, 2019

Jika Tuhan memanggilmu hari ini apakah engkau siap?

Jika Tuhan memanggilmu hari ini apakah engkau siap

Oleh: Izar Tirta

Versi Audio dapat didengarkan melalui Spotify atau Anchor.

Jika Tuhan memanggilmu hari ini, apakah engkau siap? Ini adalah suatu pertanyaan yang sangat personal dan penting untuk direnungkan, sebab siapakah yang tidak takut mati? Semua orang yang normal pasti memiliki rasa takut terhadap kematian. Kita takut berpisah dengan orang yang kita kasihi, kita takut berpisah dengan harta yang telah kita kumpulkan dengan susah payah dan terutama kita juga takut karena kita tidak tahu kemana akan pergi setelah kematian datang menjemput.

Semua orang berharap pergi ke sorga, tentu saja. Tetapi apakah kita pasti akan pergi ke sana sesuai harapan kita atau tidak, itu menjadi persoalan yang lain sama sekali.

Hati kecil kita sering memperingatkan kita bahwa sesungguhnya, di relung hati yang terdalam, kita ini adalah orang yang berdosa. Mungkin kita merasa lebih baik daripada teman kita, atau tetangga, atau pasangan hidup dan lain sebagainya, tetapi di balik itu semua, kita sadar bahwa kita adalah orang yang jauh dari sempurna, bahkan tidak bebas dari dosa.

Sementara di sisi lain, alam bawah sadar kita juga mengatakan bahwa Allah adalah Pencipta yang Mahagung, Mahasempurna dan Mahasuci. Bagaimana mungkin kita yang berdosa ini dapat berdiri di hadapan Allah yang Mahasuci seperti itu?

Anggaplah dalam satu hari kita berbuat dosa sebanyak tiga kali. Maka berapakah dalam satu tahun? Kita akan kedapatan telah 1.080 kali berbuat dosa bukan? Anggaplah kita hidup selama 70 tahun, maka pada saat meninggal, hutang dosa kita akan mencapai sekitar 70.000 dosa. Dengan jumlah dosa sebanyak ini, kita berharap dapat masuk sorga?

Sekalipun jika selama hidup ini kita telah berbuat baik, tetapi bagaimana mungkin Allah yang maha suci bisa menerima diri kita yang merupakan campuran antara dosa dan kebaikan?

Jika ada yang membuat telur dadar yang terdiri dari 9 telur baik dan 1 telur busuk, maka maukah kita memakan telur dadar campuran tersebut?

Tentu tidak bukan? Sebab walaupun yang baik ada 9 dan yang busuk hanya ada 1, tetapi kita tahu bahwa yang busuk itu sudah pasti akan mencemari 9 telur yang baik tadi. Dan hasilnya tetap merupakan suatu makanan yang menjijikan.

Jika kita saja tidak ingin makan telur campuran kebusukan tersebut, bagaimana mungkin kita berpikir bahwa Allah mau menerima kita yang memiliki dosa jauh lebih banyak daripada kebaikan?

Hati kecil kita sangat tahu bahwa Allah pasti akan menghukum kita akibat dosa-dosa tersebut dan salah satu alasan mengapa kita takut mati adalah karena nurani kita sendiri bersaksi bahwa kita ini sangat tidak layak untuk berdiri di hadapan Allah yang Mahasuci.

Ketika kita meninggal dunia nanti, bukan sorga yang sedang menantikan kita, melainkan Allah yang sedang murka terhadap diri kita yang berdosa ini.

Mengerikan sekali bukan?

Tetapi kita boleh bersyukur sebab Allah kita telah memberi jalan keluar dari permasalahan tersebut. Allah mengutus Yesus Kristus untuk menjadi Manusia. Dan sebagai Manusia Yesus telah mati di kayu salib untuk menanggung hukuman atas dosa-dosa kita tersebut. Apabila kita percaya kepada Yesus, maka Allah akan mengampuni kesalahan kita dan tidak akan menghukum kita atas dosa-dosa tersebut.

Ada tertulis:
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. (Yohanes 3:16,18)

Yesus Kristus amat mengasihi kita orang berdosa ini. Ia telah mati untuk menebus dosa kita, dan Ia telah bangkit untuk memberi kita hidup yang kekal. Mari kita datang kepada-Nya. Mari kita belajar untuk mengenal Dia melalui Firman-Nya.

[Baca juga: Perenungan dari Yohanes 3:16 dan 18. Klik di sini]

Pasti bukan kebetulan jika berita ini tiba di sini dan sekarang. Tuhan sedang ingin berbicara secara khusus pada kita. Jadi renungkanlah, jika Tuhan memanggilmu hari ini, apakah engkau siap?


Artikel lain:
Apakah kita dapat diampuni jika tidak tahu apa yang kita perbuat? Klik di sini.