Wednesday, April 26, 2017

Apakah Tuhan pernah bermusuhan?

Apakah Tuhan pernah bermusuhan



Oleh: Izar Tirta

Sebetulnya pertanyaan ini terkesan agak aneh bukan? Membayangkan Tuhan pernah bermusuhan dapat dipandang sebagai suatu gambaran yang kekanak-kanakan bahkan dapat pula dianggap sebagai pandangan yang sesat. Tetapi apakah ini benar-benar suatu kekeliruan?

Saat ini, saya melihat bahwa pandangan mengenai Tuhan sudah menjadi suatu pandangan yang berat sebelah. Tuhan dibayangkan sebagai Pribadi yang Maha Pengasih lagipula Maha Penyayang sedemikian rupa hingga rasanya sangat keliru jika membayangkan bahwa Pribadi semacam itu dapat memiliki sikap yang bermusuhan.

Sesungguhnya, adalah tidak salah, atau bahkan tepat sekali bila mempercayai Tuhan sebagai Pribadi yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan memang demikian adanya. Yang keliru adalah ketika kita mengira bahwa di dalam sifat Tuhan yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih itu tidak ada lagi sama sekali suatu ruang untuk membenci, memusuhi ataupun marah. Ini sangat keliru.

Membenci, memusuhi dan marah terhadap sesuatu bukan sikap yang anti-Tuhan. Justru di dalam sifat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu, adalah wajar jika Tuhan juga bisa membenci, memusuhi dan marah terhadap sesuatu. Terhadap apakah itu? Terhadap segala sesuatu yang menjadi ancaman bagi siapapun yang disayangi dan dikasihi oleh Tuhan.

Alllah benci kepada dosa, Allah memusuhi setan dan Allah marah kepada setiap orang yang melakukan dosa. Ini adalah sesuatu yang harus kita pahami sebagai bagian dari sifat-sifat Pribadi Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tersebut. Apabila kita membuang pengertian ini, maka kita tidak lagi melihat Allah dalam gambaran yang utuh sebagaimana dilukiskan oleh Alkitab.

Bahkan kata bermusuhan itu sendiri pertama kali bukan diucapkan oleh manusia melainkan oleh Tuhan Allah, yaitu di Taman Eden setelah peristiwa manusia jatuh ke dalam dosa. Dalam Kejadian 3:15, ada tertulis demikian: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya;  keturunannya akan meremukkan kepalamu,  dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Perhatikan bahwa ini adalah kata mengenai permusuhan yang pertama sekali di dalam Alkitab kita, dan kata tersebut di ucapkan oleh Allah. Dalam kalimat tersebut kita membaca bahwa Allah mengadakan permusuhan antara Iblis dan perempuan ciptaan Allah, yaitu Hawa. Antara keturunan Iblis dan keturunan Hawa. Jadi jelaslah, bahwa Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang pun dapat mengadakan permusuhan, namun bukan dalam pengertian yang negative ataupun jahat. Justru di dalam kalimat tersebut kita belajar betapa Allah memusuhi Iblis sebagai sumber pembuat kejahatan tersebut. Dan bukan saja Iblis sebagai pribadi yang dimusuhi oleh Allah, melainkan keturunan Iblis pun dimusuhi dan dilarang untuk berteman dengan keturunan si wanita tersebut. [Baca juga: Apakah semua orang pada dasarnya baik? Klik disini]

Siapakah keturunan Iblis? Dan siapakah keturunan wanita tersebut? Secara singkat kita dapat memahami bahwa keturunan Iblis adalah semua manusia yang ikut di dalam rencana Iblis untuk melawan Tuhan. Sedangkan keturunan si wanita adalah semua manusia yang menerima janji keselamatan atas upah dosa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Disamping itu, perlu digarisbawahi bahwa keturunan perempuan itu akan berpuncak dalam diri seorang Pribadi, yaitu Yesus Kristus.

Kiranya melalui tulisan singkat ini kita mulai memahami bahwa Allah dapat mengadakan permusuhan, yaitu kepada siapa saja yang memberontak dan melawan Dia. Allah membenci Iblis dan berperang melawan dia beserta keturunannya. Kiranya belas kasihan Tuhan Yesus menolong kita agar tidak menjadi musuh Allah melainkan menjadi orang-orang yang dikasihani serta diampuni-Nya.

Amin

Beberapa pertanyaan renungan
Apakah Tuhan bermusuhan?
Apakah Tuhan bisa membenci?
Apakah Tuhan bisa marah?
Mengapa Tuhan mengadakan permusuhan?
Siapakah keturunan ular dalam Kejadian 3:15? Klik disini
Siapakah keturunan perempuan dalam Kejadian 3:15? Klik disini
Sikap anti-Tuhan

Baca Juga Artikel lainnya:

Semua orang telah berdosa
Kita sering kali mengutip Roma 3:23 bukan? Tetapi apakah yang dimaksud dengan Semua orang telah berbuat dosa? Baca penjelasannya di sini.

Apa itu kebebasan?
Kebebasan, siapa yang tidak suka akan kebebasan. Tetapi apakah itu yang dimaksud dengan kebebasan? Bagaimana iman Kristen sendiri memandang arti dari kebebasan. Baca penuturannya di sini.

Kuburan Yesus ditemukan??
Kuburan Yesus telah ditemukan dan di dalamnya ternyata terdapat tulang belulang manusia. Mungkinkah ternyata Yesus tidak bangkit dari kematian? Jika Ia bangkit, lantas tulang belulang siapakah yang ada di kuburan tersebut? Temukan jawaban atas misteri tersebut disini.
 
Apa yang dapat kita pelajari dari Surat 2 Petrus? Klik disini
Apa yang dimaksud dengan bersaksi di dalam kuasa Roh Kudus? Klik disini
Ada 8 alasan mengapa Yesus menjadi Manusia. Klik disini