Tuesday, November 13, 2018

Apakah yang lebih penting dari kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan?

Sebuah eksposisi singkat dari Yeremia 9:23-24

Apakah yang lebih penting dari kebijaksanaan kekuatan dan kekayaan



Versi Audio dapat didengarkan melalui Spotify atau Anchor

Apakah ada sesuatu yang lebih penting daripada kekayaan? Ini merupakan pertanyaan yang cukup menantang bukan? Sebab di seluruh dunia kita akan menemukan bahwa mayoritas manusia, jika tidak ingin mengatakan seluruh manusia, akan mengatakan bahwa kekayaan adalah segala-galanya.

Kekayaan adalah faktor yang begitu penting sehingga sangat dikejar oleh kebanyakan manusia. Tetapi sebagai orang Kristen, kita patut bertanya dan merenungkan, apakah ada yang lebih penting daripada kekayaan? Atau bahkan seperti judul dalam tulisan ini, bukan hanya kekayaan yang dibicarakan, melainkan juga kebijaksanaan dan kekuatan.

Betapa dalamnya pertanyaan seperti ini bukan? Apakah di dalam kehidupan ini kita akan menemukan sesuatu yang lebih penting daripada kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan? Mungkinkah kita akan menemukan jawaban atas pertanyaan seperti ini? Jika ya, maka betapa besarnya anugerah yang Tuhan berikan kepada kita sehingga dapat menemukan sesuatu yang tidak pernah dipikirkan dan tidak pernah dicari oleh mayoritas manusia di dunia.

Mari kita melihat suatu bagian dari Alkitab sebagai dasar dari perenungan kita: Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." (Yeremia 9:23 – 24)

Mengapa kita tidak boleh bermegah atas kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan?
Sebab baik kebijaksanaan, kekuatan maupun kekayaan, semua datangnya dari Tuhan juga. Apakah yang dimaksud dengan bermegah? Bermegah di dalam konteks ini maksudnya adalah bangga atau terpuji.


Apa yang dimaksud dengan bijaksana?
Bijaksana adalah orang yang tahu mana yang benar dan mana yang salah. Orang yang bijaksana adalah orang yang mampu memilih untuk melakukan apa yang benar. Seseorang bisa saja pintar tetapi belum tentu dia itu bijaksana. Seorang yang bijaksana, biasanya adalah merupakan orang yang berpengetahuan. Tetapi dapat saja seseorang itu memiliki kebijaksanaan yang berasal dari manusia itu sendiri. Orang yang sudah tua, sudah pengalaman banyak dalam kehidupan, sudah banyak baca buku, sudah pernah melakukan ini dan itu. Bisa saja ia menjadi orang yang dianggap bijaksana. Namun jika kita baca di ayat ini, bukan bijaksana semacam ini yang dimaksud oleh Alkitab. Karena menurut Alkitab, ada sejenis kebijaksanaan yang lebih tinggi lagi, yaitu kebijaksanaan yang tidak mungkin datang dari manusia. Kebijaksanaan semacam itu berasal dari Allah semata-mata. Kita dapat memperoleh kebijaksanaan tersebut melalui pembacaan Alkitab, maupun melalui doa minta petunjuk dan pengarahan dari Tuhan.

Apa yang dimaksud dengan kuat?
Kuat disini bukan semata-mata mengenai kekuatan otot. Kekuatan otot sangat terbatas sifatnya. Ada kekuatan yang lebih besar dari otot yaitu kekuatan mental. Contohnya adalah jendral Sudirman, walaupun sudah sakit, tetapi masih kuat memimpin peperangan. Banyak orang-orang didunia ini yang punya kekuatan yang besar, walaupun secara fisik mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki otot yang besar. Kekuatan sejati yang dimaksud dalam Yeremia ini pasti bukan merupakan kekuatan yang berasal dari manusia itu sendiri. Kekuatan sejati ini adalah kekuatan yang berasal dari Allah saja, yaitu kekuatan untuk menjalani kehidupan yang penuh tantangan ini sambil tetap bergantung kepada Allah.

Apa yang dimaksud dengan kekayaan?
Tentu disini juga bukan berarti kekayaan materi. Kekayaan yang utama adalah perasaan cukup, perasaan syukur dan kemampuan untuk senantiasa berbagi dengan orang lain. Secara natural kita tidak memiliki kekayaan semacam ini. Kita perlu memintanya kepada Allah. Baik kebijaksanaan, maupun kekuatan ataupun kekayaan yang dimaksud oleh Yeremia hanya dapat kita peroleh apabila kita memahami dan mengenal Allah yang sejati. Sebab hanya Allah sejati sajalah yang dapat memberikannya.

Semua hal yang disebutkan di atas adalah hal-hal yang sangat dihargai oleh semua orang di dunia tetapi justru menjadi sesuatu yang harus diwaspadai menurut pandangan Alkitab. Kemegahan, kekuatan dan kekayaan dapat mendorong orang untuk melupakan Tuhan dan larut dalam kesenangannya sendiri. Sebagai akibatnya, orang tersebut dapat gagal dalam mendapatkan sesuatu yang justru terpenting dalam hidup ini, yaitu mengenai Tuhan secara Pribadi.

Perhatikan bahwa istilah yang dipakai adalah TUHAN (ditulis dengan huruf besar semua). Dalam Alkitab LAI, apabila istilah TUHAN dipakai, maka hal itu menunjukkan Nama dari Allah sendiri, dan hal itu mengindikasikan adanya kedekatan secara hubungan pribadi antara seorang manusia dengan Allah.

Allah bukan lagi dilihat sebagai Pribadi yang jauh di atas sana, serta tidak dikenal. Melainkan sebagai Pribadi yang dekat dan bahkan telah memberikan nama diri-Nya.

Jadi menurut Yeremia 9:23-24 ini: Mengenal Allah secara Pribadi jauh lebih penting daripada kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan.

Marilah dalam hidup ini kita berusaha mengejar hal-hal yang sungguh bernilai dan mulai belajar untuk mengesampingkan hal-hal yang dianggap kurang bernilai menurut pandangan Alkitab.

Tuhan memberkati.

Baca juga:
Apakah kekayaan & kesuksesan itu tanda seseorang diberkati Tuhan? Klik disini
Apakah yang lebih penting daripada kekayaan? Klik disini
Apakah arti dari kebebasan di dalam konsep Kristen? Klik disini
Apakah arti penting pekerjaan kita di hadapan Tuhan? Klik disini
Apakah yang menjadi puncak kehidupan orang Kristen? Klik disini


Wednesday, November 7, 2018

Apakah yang dimaksud dengan Hikmat?



Sebuah eksposisi singkat terhadap Amsal 1:1-2a

Oleh: Izar Tirta

Bacaan: Amsal 1:1-2a

Apakah yang dimaksud dengan hikmat?
Apakah perbedaan antara hikmat dan pengetahuan?

Banyak pemimpin negara yang telah memberikan suatu gambaran yang sangat carut marut tentang apa yang benar dan apa yang salah. Korupsi, kebohongan dan rupa-rupa kebobrokan telah menjadi tampilan sehari-hari dari para pemimpin di berbagai belahan dunia. Hal ini membuat banyak orang mulai terbiasa dengan kejahatan dan sedikit banyak memberi pengaruh buruk pula pada pola pikir masyarakat. Parahnya lagi, para pelaku kejahatan itu pun dengan begitu cerdiknya mampu memoles citra mereka begitu rupa sehingga apa yang jahat pun dapat terlihat sebagai sesuatu yang seolah-olah baik dan wajar. Jelas sekali, masyarakat butuh Firman Tuhan, agar orang tahu apa itu hikmat.

Bacaan kita hari ini mengatakan bahwa salah satu kegunaan Amsal adalah untuk mengetahui hikmat. Tetapi apakah hikmat itu? Hikmat, berbeda dengan pengetahuan. Dalam bahasa Ibrani, hikmat adalah חָכְמָ֣ה (dibaca: hokmah), sedangkan pengetahuan adalah דַּ֖עַת  (dibaca: daat). Apa perbedaan di antara keduanya?

Kata daat cukup sering digunakan dalam Alkitab dan dapat diterjemahkan menjadi mengetahui, menyadari, menemukan, mengalami serta memahami. Pengertian yang terkandung di balik kata daat tersebut adalah proses seorang manusia menerima informasi tentang segala sesuatu. Daat merujuk pada pengetahuan seperti pengetahuan tentang segala sesuatu yang terdapat di dalam alam sekitar kita (science) ataupun filsafat, yaitu pengetahuan yang muncul sebagai akibat proses berpikir dan menggunakan rasio.

Berbeda dengan daat, hokma atau hikmat adalah sebuah komitmen untuk memilih apa yang baik dan apa yang benar. Oleh karena itu, hikmat bukan saja tentang mengetahui apa yang baik dan apa yang salah, melainkan juga adalah kemauan untuk memilih apa yang baik.

Seorang yang berpengetahuan belum tentu berhikmat. Sebab belum tentu mereka memakai pengetahuannya untuk melakukan apa yang baik. Tidak sedikit para koruptor atau pun para teroris adalah orang-orang yang pintar, tetapi mereka justru memakai kepintarannya itu untuk melakukan kejahatan yang lebih besar.

Melalui Firman Tuhan sajalah, kita akan mengetahui hikmat. Melalui Firman, kita bukan saja tahu apa yang benar dan apa yang salah, tetapi kita juga akan dimampukan untuk memilih apa yang benar dan menjauh dari apa yang salah.

Bersediakah anda untuk di pimpin oleh Firman? Bersediakah anda untuk belajar mengetahui hikmat? Sudahkah anda sungguh-sungguh berusaha untuk selalu memilih apa yang baik dan apa yang mulia dalam hidup ini?

Kata kunci:
Apakah yang dimaksud dengan hikmat
Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan
Apakah perbedaan antara hikmat dan pengetahuan
Eksposisi singkat terhadap Amsal pasal 1
Memilih apa yang benar dan menjauh dari apa yang salah
Perbedaan science dan filsafat