Tuesday, December 25, 2018

Kisah Yehuda dan Tamar

Kisah Yehuda dan Tamar


Sebuah eksposisi singkat terhadap Kejadian Pasal 38

Banyak pembaca dan penafsir Alkitab yang menganggap bahwa kisah antara Yehuda dan Tamar ini adalah kisah yg seolah-olah keliru dimasukkan ke dalam jalinan kisah utama yang sedang bergulir. Kisah utama yang sedang bergulir pada pasal-pasal sebelum pasal 38 dan sesudah pasal 38 adalah kisah tentang Yusuf. [Baca juga: Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. Klik disini.]

 
Buku "Dukacita Sengasara Tuhan kita Yesus Kristus
 
Kisah Yusuf adalah sebuah kisah yang indah, penuh perjuangan, kepedihan tetapi berakhir dengan mulia. Namun kisah yang dituturkan dalam Kejadian pasal 38 ini adalah kisah yang buruk dan memalukan serta jauh dari kesan mulia.

Itu sebabnya, Kejadian pasal 38 ini seolah menjadi sebuah kisah yg salah taruh, keliru disisipkan serta sulit dipahami mengapa kisah ini sampai ada di tempatnya yang sekarang.

Keluarga Yakub
 
Yehuda adalah anak Yakub dari istri pertama yang bernama Lea. Sedangkan Yusuf adalah anak Yakub dari istri kedua yang bernama Rahel. Dan kita tahu bahwa Lea serta Rahel adalah dua orang yang bersaudari.

Akibat suasana keluarga Yakub yang mula-mula dibangun dengan iklim yang penuh tipu menipu serta rasa saling tidak percaya dan curiga, maka keluarga yang dimiliki oleh Yakub ini pun kemudian berkembang secara cukup berantakan. Suasana kebencian dan intrik-intrik seksual tidak luput terjadi di dalam keluarga Yakub tersebut. Ruben misalnya, anak Lea yg tertua meniduri istri Yakub, yaitu Bilha.

Sebagaimana kita tahu dari Alkitab, Yakub memiliki 4 orang istri:
Istri pertama adalah Lea, dan Lea mempunyai seorang budak perempuan yang bernama Zilpa
Istri kedua yaitu Rahel, dan Rahel pun memiliki budak perempuan bernama Bilha.

Pada masa itu, budak dari istri memiliki arti yang sama dengan istri itu sendiri. Sehingga bukanlah suatu hal yang aneh apabila seorang suami tidur dengan budak istrinya tersebut. Hal ini pernah kita temukan pula pada kisah Abraham.

Akibat perbuatan Ruben yang meniduri Bilha, hak kesulungan Ruben kemudian diambil oleh Yakub dan diberikan kepada Yusuf. Alkitab mencatat bahwa Yusuf memang diberi posisi yg penting oleh Yakub yaitu sebagai semacam penguasa bagi saudara-saudaranya. Perlakukan istimewa dari Yakub kepada Yusuf ini tentu bukan tanpa konsekuensi, saudara Yusuf yang lain menjadi amat iri hati kepada Yusuf sehingga mereka sangat membenci dia dan ingin melenyapkan dia dari antara mereka.

Kitab Kejadian berbicara banyak tentang lahirnya sebuah bangsa, yaitu bangsa Israel yang diawali oleh keluarga Yakub. Intrik-intrik seksual yang terjadi dan berkembang di keluarga Yakub berpotensi untuk menghapuskan kemurnian keturunan Yakub.

Itu sebabnya, melalui Yusuf yang dibuang ke Mesir oleh saudara-saudaranya itu, Allah sebetulnya telah bekerja secara misterius untuk mengirim bangsa Israel ke Mesir. Peristiwa Yusuf ke Mesir itu adalah peristiwa yang menyedihkan, namun melalui hal itu, Allah ternyata memelihara bangsa Israel mula-mula ini dari bencana kelaparan.

Dalam waktu-waktu selanjutnya, kita tahu bahwa bangsa Israel justru diperbudak pula di tanah Mesir, sehingga sekali lagi menjadi suatu pengalaman yang buruk bagi bangsa ini. Tetapi apakah hanya keburukan saja yang sedang terjadi? Ternyata tidak. Melalui perbudakan di Mesir itulah, Allah memelihara bangsa itu tetap murni sebagai keturunan Israel, karena dalam isolasi di tanah Mesir itu, bangsa Israel justru terhindar dari kawin campur dengan bangsa-bangsa lain.

Antara Yehuda dan Yusuf
 
Kejadian 38 menceritakan bagaimana Yehuda dapat begitu mudahnya tertarik pada Tamar, yang sebetulnya merupakan mantunya sendiri. Dalam peristiwa itu, sesunguhnya Tamar sendiri tidak sedang dalam upaya untuk menggoda Yehuda. Namun tetap saja Yehuda melakukan dosa seksual terhadap Tamar.

Hal ini amat berbeda apabila dibandingkan dengan Yusuf, yang walaupun digoda secara aktif oleh istri Potifar, Yusuf tetap tidak terjatuh dalam dosa seksual.

Kejadian pasal 38 diawali dengan kata-kata “pada waktu itu,” artinya peristiwa tersebut terjadi dalam waktu yang tidak lama setelah Kejadian pasal 37. Yehuda pergi dari tanah ayahnya. Dan dalam kepergiannya itu, Alkitab mencatat bahwa dosa Yehuda makin lama makin besar.

Dosa pertama, Yehuda menikah dengan orang Kanaan yang tidak percaya pada Yahwe. Keturunannya pun kemudian menjadi keturunan yang tidak kenal dan tidak takut pada Yahwe.

Dosa kedua, Yehuda membatalkan janjinya pada Tamar. Semula Yehuda berjanji untuk memberikan anaknya sebagai suami untuk Tamar, namun janji tersebut tidak pernah menjadi kenyataan. Yehuda ingkar dan tidak pernah memberikan Syela anaknya untuk menjadi suami bagi Tamar.

Dosa ketiga, Semenjak pergi dari Israel, Yehuda sebetulnya sudah melakukan apa yang tidak baik yaitu kawin dengan orang Kanaan. Selain itu, Yehuda rupanya sudah cukup terbiasa utk melakukan seks bebas sedemikian rupa hingga ia bahkan lebih buruk sifatnya dibandingkan orang Kanaan. Ketika Yehuda melihat seorang perempuan di jalan, maka perempuan itu langsung dianggap sebagai pelacur, padahal orang Kanaan sendiri tidak merasa ada pelacur disekitar mereka. Pikiran Yehuda terhadap perempuan sudah begitu kotor sehingga ia keliru menganggap seperti itu. Selain itu, Yehuda juga terlihat mulai suka membakar orang, padahal bagi orang Israel tindakan membakar orang merupakan hal yang asing. Yehuda telah terpengaruh oleh budaya Kanaan dalam hal kebiasaan membakar manusia.

Yesus Kristus adalah keturunan Yehuda
 
Di samping segala keburukan Yehuda yang telah kita lihat di atas, sungguh ajaib bahwa Tuhan tetap memilih untuk menjadi keturunan Yehuda. Mengapa Yesus memilih lahir sebagai keturunan Yehuda? Mengapa Yesus bukan berasal dari keturunan Yusuf yang kisah hidupnya lebih terhormat?

Dari sini mungkin kita dapat belajar beberapa hal mengenai karakter atau cara kerja Tuhan:
  1. Tuhan bekerja bukan tergantung pada siapa diri kita. Di dalam anugerah-Nya dan bijaksana-Nya, Tuhan dapat memilih siapa saja untuk menjalankan kehendak-Nya.
  2. Kisah pemilihan Yehuda mengajarkan pada kita suatu prinsip bagaimana kasih karunia diberikan oleh Allah kepada manusia yang berdosa. Di hadapan Tuhan semua manusia sama berdosanya, sama tidak layaknya dan sama-sama membutuhkan anugerah.
Lebih jauh lagi, Alkitab mencatat bahwa tongkat Yehuda yang pernah diberikan kepada Tamar demi mendapatkan seks itupun, akhirnya dalam anugerah Tuhan dikembalikan ke tangan Yehuda.

Kisah Yehuda dan Tamar menjelaskan pada kita karakter Tuhan yang penuh anugerah pada manusia. Kita ini juga mengajarkan bahwa Tuhan dapat mengubah apa yg hitam dan gelap menjadi sesuatu yang berguna dan berharga.

Tuhan memberkati

Baca Juga:
Apakah semua orang pada dasarnya baik? Klik disini
Jika kita orang percaya, maka kita dipanggil untuk hidup saleh. Klik disini
Apa sajakah janji-janji Tuhan kepada kita? Klik disini


Pokok pikiran dalam tulisan ini:
Yehuda dan Tamar
Eksposisi singkat atas Kejadian Pasal 38
Apa perbandingan antara Yehuda dan Yusuf?
Apa saja dosa-dosa Yehuda?
Mengapa Tuhan Yesus memilih untuk menjadi keturunan dari Yehuda dan bukan dari Yusuf?

Mengapa kisah Yehuda dan Tamar ada di antara kisah Yusuf?
Kisah Yehuda dan Tamar ini sepertinya memang sengaja disisipkan di antara kisah Yusuf karena penulis kitab Kejadian ingin agar orang Israel (para pembaca tulisannya) bisa melihat sendiri bagaimana perbandingan yang kontras antara karakter Yehuda dan karakter Yusuf.